penyimpangan sosial
MAKALAH SOSIOLOGI
FAKTOR-FAKTOR
TERJADINYA PENYIMPANGAN DALAM MASYARAKAT
DISUSUN OLEH:
NAMA : FIONA ADE FITRI
NIM : 502013166
KELAS : D
DOSEN PEMBIMBING :
INDRA JAYA, SH.,MH
FAKULTAS
HUKUM
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH PALEMBANG
TAHUN
AJARAN 2013/2014
Kata Pengantar
Puji
syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi rahmat dan
hidayahnya kepada penulis untuk menyelesaikan makalah sosiologi mengenai “Perilaku
Menyimpang”
Semoga makalah yang penulis sajikan dapat memberi wawasan yang lebih luas
kepada pembaca dan jika ada salah kata dalam penulisan, penulis hanya dapat
meminta maaf karena kesempurnaan hanya milik Tuhan Yang Maha Esa. Penulis
mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan makalah ini.
Terimakasih atas perhatiannya. Sekian,
dan terimakasih
Palembang, Desember 2013
(Penulis)
PEMBAHASAN
1. Definisi Perilaku Menyimpang
Dalam
kehidupan sehari-hari, tidak semua orang bertindak sesuai dengan norma-norma
dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Tindakan yang tidak sesuai
dengan norma-norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat
dinamakan perilaku menyimpang. Penyimpangan terjadi apabila
seseorang atau sekelompok orang tidak mematuhi norma-norma dan nilai sosial
yang sudah berlaku dimasyarakat.
2. Ciri-ciri Penyimpangan Sosial
Menurut Paul B Horton penyimpangan
sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1) Penyimpangan
harus dapat didefinisikan
2) Penyimpangan
bisa diterima bisa juga ditolak.
3) Penyimpangan
relatif dan penyimpangan mutlak.
4)
Penyimpangan terhadap budaya nyata ataukah budaya ideal
5) Terdapat
norma-norma penghindaran dalam penyimpangan
6) Penyimpangan
sosial bersifat adaptif
3. Faktor
Penyebab Perilaku Menyimpang
Setiap perilaku
menyimpang tidak terjadi begitu saja, tetapi pasti akan ada faktor yang
mempengaruhi tindakannya itu. Terdapat berbagai faktor-faktor penyebab perilaku
menyimpang, yaitu:
1.
Ketidaksanggupan
menyerap nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat
Seseorang
yang tidak sanggup menyerap norma-norma kebudayaan ke dalam kepribadiannya, ia
tidak dapat membedakan hal yang pantas dan tidak pantas. Keadaan itu terjadi
akibat dari proses sosialisasi yang tidak sempurna.
Contoh
: Akibat seseorang tumbuh dalam keadaan keluarga yang broken home dan
kedua orang tuanya tidak dapat mendidik anaknya dengan sempurna maka anak itu
taidak akan mengetahui hak dan kewajibannya di dalam bagian keluarga.
2. Proses belajar yang menyimpang
Belajar ini terjadi karena
melalui interaksi sosial dengan orang lain terutama dengan orang-orang yang
memiliki perilaku menyimpang dan sudah berpengalaman dalam hal menyimpang. Atau
pun akibat sering membaca/melihat tayangan tentang perilaku menyimpang.
Contoh
: Karier seorang penjahat kelas kakap, meraka bisa menjadi penjahat kelas kakap
karena mereka diawali dengan kejahatan kecil-kecilan dan selalu berkembang dan
menjadi berani melakuakan perilaku menyimpang yang lebih menantang/berani.
3. Ketegangan
antara kebudayaan dan struktur sosial
Hal ini terjadi jika seseorang
dalam keadaan mengupayakan mencapai suatu tujuan dan seseorang itu tidak
memperoleh peluang, sehingga ia akan mengupayakan peluang itu sendiri dan hal
itu yang akan membuat penyimpangan.
Jika seseorang berada dalam suatu
kelompok yang perilakunya tidak sesuai dengan norma dan nilai, dan ia pun
mencontoh hal tersebut, maka akan mengakibatkan ia juga melakukan tindakan
menyimpang tersebut.
Contoh : Sebuah perusahaan memberi upah ke
pada pegawai/buruhnya di bawah standar UMK (Upah Minimum Kerja). Jika hal
tersebut dilakukan secara berlarut-larut, maka ada kemungkinan jika
pegawai/buruh akan melakukan demonstrasi ataupun mogok kerja
4. Akibat proses sosialisasi nilai-nilai
subkebudayaan menyimpang
Suatu
kebudayaan khusus yang normanya bertentangan dengan norma budaya yang dominan.
Perilaku individu dipengaruhi oleh nilai subkebudayaan masyarakat seperti
tempat tinggal dilingkungan kumuh, dekat dengan kompleks pelacuran, kelompok
perampok, penjudi (kartu,sabung ayam dll), homoseks/lesbian, waria, pengguna
narkoba, teroris, dll.
Contoh
: Pada daerah lingkungan perampok terdapat nilai dan norma yang menyimpang dari
kebudayaan setempat. Nilai dan normanya telah dihayati oleh anggota kelompok
sebagai proses sosialisasi yang wajar. Perilaku menyimpang tersebut merupakan
penyakit mental yang banyak berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat.
5. Akibat proses sosialisasi yang tidak
sempurna
Proses
sosialisasi tidak sempurna terjadi karena suatu nilai atau norma yang
dipelajari kurang dapat dipahami dalam proses sosialisasi yang dijalankan,
sehingga seseorang tidak memperhitungkan resiko yang akan terjadi apabila ia
melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan nilai dan norma sosial yang
berlaku.
Contoh : Saat anak sulung perempuan
dapat berperilaku seperti laki-laki akibat sosialisasi yang tidak sempurna dari
lingkungan keluarganya. Hal ini bisa terjadi karena ia harus menggantikan
posisi ayahnnya yang telah meninggal.
6. Desakan
faktor ekonomi
Setiap orang memiliki keadaan ekonomi
yang berbeda, tindakan penyimpangan terjadi di kalangan masyarrakat yang
keadaan ekonominya tinggi atau pun rendah.
Perilaku menyimpang pada seseorang
yang ekonominya tinggi
->
Korupsi, Menghamburkan uang, dll
Perilaku menyimpang pada seseorang
yang ekonominya rendah
->
Perampokan, pencurian,, dll
4. Bentuk Perilaku Menyimpang
1. Penyimpangan primer (primary deviation)
Adalah penyimpangan
yang dilakukan seseorang yang bersifat temporer dan tidak berulang-ulang.
Seorang yang melakukan penyimpangan primer masih diterima di masyarakat karena
hidupnya tidak didominasi oleh perilaku penyimpang tersebut.
Contoh
: Pelanggaran lalu lintas dan pegawai yang membolos kerja
2. Penyimpangan
sekunder (secondary deviation)
Adalah
hal yang berwujud tindak kejahatan atau kriminalitas sehingga masyarakat tidak
bisa menerimanya. Pelaku didominasi oleh tindakan penyimpang karena merupakan tindakan
pengulangan.
Contoh
: Seorang siswa yang sering tidak masuk sekolah tanpa keterangan
3. Penyimpangan Individual (Individual
Deviation)
Adalah
hal yang dilakukan oleh seorang individu dengan melakukan tindakan-tindakan
yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Munculnya
penyimpangan individual disebabkan kelainan jiwa seorang sehingga tidak dapat
mengendalikan diri.
Sesuai kadar penyimpangan dibagi menjadi
5, yaitu:
1.
Pembandel: Penyimpangan karena tidak
patuh pada nasihat orang tua agar mengubah pendiriannya yang kurang baik.
2.
Pembangkang: Penyimpangan karena tidak
taat pada peringatan dari orang-orang
3.
Pelanggaran: Penyimpangan karena
melanggar norma umum yang berlaku dalam masyarakat
4.
Penjahat/Perusuh: Penyimpangan karena
melanggar norma umum, sehingga menimbulkan kerugian harta benda atau jiwa
dilingkungan.
5.
Munafik: Penyimpangan karena tidak
menepati janji, berkata bohong, mengkhianati kepercayaan, dan berlagak membela.
Contoh
: Pencurian yang dilakukan sendiri
4. Penyimpangan
Kelompok/Kolektif
Adalah
tindakan yang dilakukan sekelompok orang yang tunduk pada norma kelompok yang
bertentangan dengan norma masyarakat yang berlaku.
Contoh: Mafia / Geng kejahatan
5. Sifat-sifat Perilaku Menyimpang
1. Penyimpangan Positif
Adalah penyimpangan yang mempunyai
dampak positif terhadap sistem sosial karena mengandung unsur inovatif,
kreatif, dan memperkaya alternatif. Penyimpangan demikian umumnya dapat
diterima masyarakat karena sesuai dengan perubahan zaman.
Contoh : Emansipasi wanita dalam kehidupan masyarakat
yang memunculkan banyak wanita karier.
2.
Penyimpangan Negatif
Penyimpangan yang
cenderung bertindak kearah nilai-nilai sosial yang dipandang rendah dan
akibatnya pun selalu buruk serta mengganggu sistem sosial.
Contoh : Seseorang melakukan pembunuhan
dan pemerkosaan
6. Macam-macam
Perilaku Menyimpang
1. Tindakan
kriminal/kejahatan
Tindakannya
seperti pencurian, penganiayaan, pembunuhan, perampokan, penipuan, pemerkosaan,
kegiatan yang mengganggu keamanan dan kestabilan negara (Korupsi, makar,
subversi, dan terorisme),kejahatan yang disertai kekerasan pada orang lain
(Violent offenses), dan kejahatan yang menyangkut milik orang lain (Property
offenses).
2. Penyimpangann Seksual
Perilaku
seksual yang tidak lazim dilakukan , seperti :
-
Perzinahan : Hubungan seksual diluar nikah
-
Lesbianisme : Hubungan seksual yang dilakukan sesama wanita
-
Homoseks : Hubungan seksual yang dilakukan sesama laki-laki\
-
Kumpul Kebo : Hidup seperti suami-istri tanpa menikah
-
Sodomi : Hunungan seks melalui anus
-
Transvestitisme : Memuaskan keinginan seks dengan menggunakan pakaian lawan
jenis
-
Sadisme : pemuasan seks dengan menyakiti orang lain
-
Pedofilia : Memuaskan keinginan seks dengan mengadakan kontak seksual dengan
anak-anak
3. Pemakaian dan
Pengedaran Obat Terlarang/Narkoba
Hal
ini merupakan bentuk penyimpangan dari nilai dan norma sosial/agama. Penggunaan
narkoba di bidang kedokteran, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan
dapat memberi manfaat. Dan sebaliknya, jika penggunaan narkoba tidak ada tujuan
yang benar maka akan membawa dampak negatif.
Jenis narkoba (Ganja,
Putaw, Sabu-sabu,Morfin, dan Heroin )
Alasan-alasan orang
menggunakan narkoba, yaitu :
-
Ingin menghilangkan rasa takut/gelisah
-
Ingin menghilangkan rasa malu atau minder
-
Ingin melupakan kesulitan/permasalahan hidup
-
Sekedar mencoba-cobaa supaya tidak ketinggalan zaman
-
Ingin membuktikan keberanian dalam melakukan tindakan berbahaya
-
Ingin melepaskan diri dari kesepian dan memperoleh pengalaman emosional
-
Ingin mencari dan menemukan arti hidup
-
Ingin mengisi kebosanan dan kekosongan
-
Solidaritas di antara teman
4. Penyimpangan dalam Gaya Hidup
Sikap arogansi dan eksentrik. Sikap Arogansi, antara lain kesombongan terhadap
sesuatu yang dimilikinya seperti kekayaan, kekuasaan, dan kepandaian.
Sikap Eksentrik adalah perbuatan yang menyimpang dari biasanya sehingga
dianggap aneh. Seperti anak laki-laki memakai benda yang biasa dipakai
wanita.
Kesimpulan
Perilaku menyimpang adalah tindakan yang
tidak sesuai dengan norma-norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat.
Penyebab perilaku menyimpang, yaitu:
Ketidaksanggupan menyerap nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat, Proses
belajar yang menyimpang, Ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial,
Akibat proses sosialisasi nilai-nilai subkebudayaan menyimpang, Akibat proses
sosialisasi yang tidak sempurna, Desakan faktor ekonomi, dan sebagainya
Perilaku menyimpang ada yang bersifat
positif (yang dapat di terima masyarakat) dan bersifat negati (Yang tidak dapat
diterima masyarakat)
Terdapat berbagai jenis perilaku
menyimpang yang terjadi selama ini. Perilaku menyimpang harus segera ditangani
dengan cara Penanganan di Lingkungan Sekolah, Penanganan di lingkungan
keluarga, dan Penanganan Di Lingkungan Masyarakat (Bidang Sosial)
Saran
Setidaknya
kita menjauhi tindakan perilaku menyimpang, karena perilaku menyimpang di
dominan oleh hal-hal yang negatif, seperti Korpsi, Perampokan, Pencurian, dll.
Dan jika kita melihat keluarga, teman, saudara, dll melakukan perilaku
menyimpang hendaknya kita membantu mereka untuk tidak melakukan perilaku
menyimpang itu.
Daftar Pustaka
Comments
Post a Comment